Review Linux Mint Debian Edition (LMDE) lmde-2-201503


What is LMDE :)
LMDE (Linux Mint Debian Edition) is a very exciting distribution, targeted at experienced users, which provides the same environment as Linux Mint but uses Debian as its package base, instead of Ubuntu.

    LMDE is less mainstream than Linux Mint, it has a much smaller user base, it is not compatible with PPAs, and it lacks a few features. That makes it a bit harder to use and harder to find help for, so it is not recommended for novice users.

    LMDE is however slightly faster than Linux Mint. Life on the LMDE side can be exciting. There are no point releases in LMDE 2, except for bug fixes and security fixes base packages stay the same, but Mint and desktop components are updated continuously. When ready, newly developed features get directly into LMDE 2, whereas they are staged for inclusion on the next upcoming Linux Mint point release. Consequently, Linux Mint users only run new features when a new point release comes out and they opt-in to upgrade to it. LMDE 2 users don’t have that choice, but they also don’t have to wait for new packages to mature and they usually get to run them first. It’s more risky, but more exciting.
Beberapa tahun yang lalu sewaktu di jogja, saya pernah menggunakan distro ini. Saat itu versi LMDE baru pertama kali release sekitar tahun 2013, yang kemudian saya beralih menggunakan linux debian. Berlalu waktu sampai sekarang tercatat saya sudah beberapa kali mencoba dan menggunakan beberapa distro linux lainnya, seperti Ubuntu, Linux Mint, OpenSuse, ElementaryOS, dan akhirnya pada 2016 saya kembali menggunakan Linux Mint Debian Edition 2 (LMDE 2) yang ternyata sudah release sejak tahun 2015.
LMDE sangat simple, minimalis, ringan (khas debian) dan tetap elegan dari segi tampilan (khas linux mint) , perpaduan yang sangat ideal menurut saya. 
Penggunaan sehari-hari hanya standar aplikasi, untuk browsing, download, dan sedikit image editing.
LMDE sangat stabil dan lebih ringat jika dibandingkan dengan saudaranya, Linux Mint Cinnamon (standart) dan Linux Ubuntu. 
Kekurangan dari LMDE ini diantaranya adalah tidak support PPA, jadi untuk instalasi aplikasi tidak bisa via PPA, tetapi bisa langsung install via file .deb nya.
(process:7771): Gtk-WARNING **: Locale not supported by C library.
Using the fallback 'C' locale.
Adding PPAs is not supported
Demikian review singkat LMDE2, review singkat ini juga ditulis diatas OS Linux LMDE2.
semoga bermanfaat,

* Update 2 Mei 2017 :
Beberapa waktu yang lalu, LMDE2 mengeluarkan rilis ISO terbaru, dengan beberapa tambahan fitur. bisa dilihat di http://blog.linuxmint.com/?p=3232

Setelah menggunakan distro ini selama 4 bulan, belum ada kendala yang berati. Dan masih tetap stabil. :)
Previous
Next Post »
Thanks for your comment