Langsung ke konten utama

Pengumpul Buku Sejati

The Real Book Collector, mungkin itulah julukan yang tepat untuk saya. Seperti kata-kata seorang bijak, "Membeli buku adalah suatu hal, dan membacanya adalah hal lain lagi". Mungkin benar juga ya, ternyata ada juga orang yang hanya gemar membeli buku tetapi kurang gemar membacanya, saat sedang menunggu bukunya datang sungguh hati terasa gembira dan bertekad untuk membacanya hingga sampul belakang, setelah buku datang hanya dibaca sampul belakangnya saja dengan sedikit mengintip beberapa halaman awal, setelah itu buku kembali ke tempat semula lagi. :)

buku koleksi pribadi

Sebenarnya apa yang terjadi pada fenomena tsundoku ini ?
Kalau dari hasil pengamatan pribadi, sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi tsundoku, diantara faktornya adalah membeli buku hanya untuk aksesoris hiasan supaya estetika ruangan terlihat menjadi lebih indah, nah ini termasuk salah satu tujuan awal saya membeli buku :) , alhasil jadilah saya masuk menjadi anggota tsundoku. Alasan lainnya lagi adalah membeli buku yang menarik untuk dibaca kelak jika memiliki waktu luang semisal liburan panjang, atau bahkan untuk dibaca nanti jika sudah retired dari pekerjaan, untuk mengisi masa tua. :) Nah kalau yang ini saya belum pernah sedikitpun tergetik dihati ide seperti ini,
Faktor lainnya adalah kurangnya minat baca, saya termasuk diantara orang yang memiliki minat baca yang rendah walaupun memiliki koleksi buku yang tinggi menjulang di dalam rak :). Padahal seingat saya waktu SD saya termasuk anak yang suka membaca, membaca buku LKS maupun membaca buku cerita, semenjak kecil, orang tua kami selalu mengarahkan anak-anaknya untuk gemar membaca. dan ada perasaan bangga tersendiri apabila di kelas kita tahu lebih dulu dari teman-teman terkait suatu hal, biasanya guru akan memberikan pertanyaan yang ada di buku, nah kalau kita tahu karena sebab membaca sendiri sebelum diajarkan guru, maka ada perasaan bangga dihati.
Entah mengapa semenjak SMP-SMK, minat baca saya meredup, bahkan kartu Perpus Sekolah saya sewaktu SMK masih kosong bersih dari catatan tinta, 

Mulus no minus :)

Sungguh ajaib, seseorang yang kurang gemar membaca bisa mempunyai buku yang lumayan banyak, kalau saya hitung sudah lebih dari 100 judul buku yang saya koleksi , mulai dari tahun 2014 sampai terakhir membeli buku awal tahun 2020 . Padahal kalau dari catatan saya, dari semua buku tersebut yang sudah selesai saya baca hanya sebatas hitungan jari, tidak lebih dari 10 buku. Sedangkan yang lainnya hanya saya baca sebagian kecil saja. Lantas sekarang apa yang saya lakukan.?
Jawabannya adalah saya memulai meningkatkan minat baca secara pelan-pelan, dengan mulai lagi membaca buku-buku yang ringan, saat ini saya sedang membaca buku Negeri 5 Menara, karya A. Fuadi. 

Buku tersebut saat ini selalu menemani saya baik saat bekerja maupun saat dirumah. Buku-buku karya A. Fuadi termasuk buku favorit saya, setelah menamatkan buku ini rencananya mau langsung lanjut ke buku berikutnya yaitu Ranah 3 Warna dan Rantau 1 Muara.

Semoga minat baca saya bisa kembali tumbuh seperti saat masih SD dulu, sehingga buku-buku yang sudah saya miliki bisa terselesaikan semuanya.  Amiin.

Pekalongan, 15 Juni 2020
Di sudut ruangan kantor ditemani segelas teh.

Komentar